Minggu, 09 Agustus 2009

Got a new media.

Karena sekarang ada banyak media untuk ngeblog, termasuk microblogging dan sebagainya, saya jadi penasaran juga.

I tried this mixedmedia blog, finally. I don't have much time for blogging here (blogspot I mean) lately, so I decided to make a new tumblr. Short and fast, and have much more meaning than just a simple plurk or twitter. <3

READ MORE - Got a new media.

Rabu, 22 Juli 2009

Tentang Bloghosting, Yayay.

 Kalau orang lain memulai dengan menulis catatan harian (diary--atau blog), baru mulai menulis novel, kalau saya terbalik. Saya lebih dulu aktif di situs fanfiction, fanfiction.net. Sekarang udah ngga begitu aktif lagi--dengan berbagai alasan di belakangnya, namun tentu saja, saya masih menulis fanfiction. Sekarang saya mulai berkonsentrasi untuk membuat karangan yang murni karya sendiri.

Nah, sejak bergaul dengan komunitas fanfiction, baru saya kenal blog. Sebetulnya punya blog itu sudah lama. Sejak dengar gembar-gembornya tahun 2004, saya yang waktu itu masih SMP pun langsung heboh bikin blog. Tapi ga pernah diisi. Mwahaha. Saya ga ngerti selain buat catatan harian, blog itu apaan, dan saya juga malas untuk mengetik dan mengeposnya ke internet--secara dulu warnet kan masih mahal. Empat ribu sejam, gilak.

Haha tapi sekarang beda. Udah banyak yang niat banget ngeblog bahkan sejak usia yang masih sangat muda. Oh, jelas itu baguuus dong. Untuk para bloger anyar pasti pusing juga yah mau milih ngeblog dimana. Bloghostong, eh bloghosting ada dimana-mana dan hampir semuanya gretonggggg alias gratis. Yah masih pake subdomain sih, tapi asyik kan karena mereka biasanya udah nyediain pre-installed template dan kita ga perlu repot-repot main-main kode cuma untuk bikin posting. Semua udah mereka sediain. Kita tinggal ngetik, dan sreeeetttt... jadi deh.

Baidewei eniwei baswei (iya gw tau ini garing), saya cuma pengen berbagi pengalaman soal bloghosting site yang pernah saya coba. Yaaah sedikit menjelaskan keadaaannya kayak gimana lah, meskipun ga bisa dijadiin pegangan juga. Oh ya, sekedar info aja, bloghosting gratis itu ada banyak banget. Selain yang saya pakai ini--blogger, ada juga wordpress, livejournal, blogsome, blogdrive,dan lokal seperti blogdetik serta dagdigdug (yah, silakan tambahkan). Untuk yang berbayar, misalnya xanga dan typepad--tentu saja mereka menawarkan fitur lebih banyak daripada yang gratisan. Tapi, sementara ini, saya ngerasa yang gratisan juga udah cukup kok, hehehe. Selain itu, banyak juga layanan social networking yang menyediakan blog sebagai salah satu fiturnya, seperti friendster, xanga, dan multiply. Bahkan ada yang menganggap notes di facebook bisa disamakan seperti blog. Layanan yang pernah/masih saya pakai, hanya tiga--blogger, wordpress, dan livejournal.

1. Blogger

Ini nih tempat bernaung empat dari lima blog yang sampai sekarang aktif saya jalankan. Personal Blog, SasuSaku shrineblog, Fangirlinggalorettes, dan blog ini, Addictwriter. Buat sayah yang narsis (iyeee saya ngaku nih), blogger cukup mengakomodasi. User interfacenya mudah untuk pemula, bisa langsung login via akun gugel, dan pre-installed templatenya bisa dimodifikasi. Ada banyak situs yang menyediakan template blogger gratis, yang bagus dan lucu-lucu. Tapi kalau saya pribadi, lebih suka memilih sebuah template yang sederhana, lalu diubah headernya--sekedar membuat semacam ciri khas saja. Bikin template sendiri masih belum bisa sih. Selain itu, dalam satu akun kita bisa bikin banyak blog, dan ada banyak widget tambahan kalau mau dipajang di blog.

Untuk maniak bisnis internet, blogger yang dibeli google dari pyra labs beberapa tahun lalu ini, menyediakan akses langsung ke adsense--semacam pemasangan iklan. Javascript juga jalan. Ngga enaknya, di blogger cuma ada labeling (tag) aja, ga ada kategori. Jadi kadang repot kalau mau mengelompokkan posting. Kebanyakan anak muda (ceilah) hosting blog di sini, jadi kesannya 'fun' dan full color. Tapi, karena sudah banyak penggunanya, sulit mendapat url blog yang diinginkan. Saran saya, carilah nama yang kreatif dan mudah diingat, hehe. (I think dearblackpapillon is too long to be remembered; but... T_T-->terlanjur). Beberapa pengguna blogger yang asyik diintip: Evita Nuh, Lajang dan Menikah, dan Sherina Munaf.

2. Wordpress

Saya sempet sirik sama pengguna wordpress karena ada pengkategorian dalam postingannya. Jadi bisa hampir mirip website gitu, dengan pengelolaan yang lebih mudah. Memang sih user interfacenya agak sulit--selain itu juga nggak bisa pasang javascript. Dan sedihnya, templatenya ga bisa modifikasi sebebas di blogger :|. Ada solusinya sih, yaitu hosting di tempat lain yang menggunakan mesin wordpress juga, seperti dagdigdug. Kebanyakan blog di sini--menurut saya sih--agak 'serius' dan formal. Mungkin karena pengaruh ga bebas ubah template dan javascript kali ya.

Tapi, komunitasnya lebih kuat karena sistem komentar di wordpress dibuat seperti threading forum--berbeda dengan blogger yang agak ribet. Script di wordpress juga lebih kaya--contohnya, untuk memotong posting (read more), sudah ada dari sananya, beda dengan blogger yang harus menginstal script sendiri. Beberapa pengguna wordpress yang asyik diintip: Tikabanget, Ndorokakung, dan Fatih Syuhud, buat yang pengen belajar tentang ngeblog.

Yah, tapi saya lebih betah di blogger, karena sudah terlanjur biasa dengan user interfacenya.. :)

3. Livejournal

Kalau saya bilang komunitas di wordpress kuat, maka yang ini lebih kuat lagi. Livejournal memadukan unsur blogging dengan social networking. Bukan "Social networking dengan bumbu blog", tetapi "Blog dengan bumbu social networking". DI Livejournal, kita punya profile page sendiri, dan bisa berteman dengan sesama pengguna livejournal lainnya (adding friend). Asyiknya lagi, kita bisa mengelompokkan mereka, dan mengeset agar jurnal kita bisa dilihat semua orang (public), teman saja (friends only), dan beberapa orang (custom groups). Hal itu tidak berlaku untuk keseluruhan blog, tapi tiap entri bisa diatur. Jadi, lebih fleksibel. Di LJ, kita pisa upload userpic juga, dan itu adalah keasyikan tersendiri bagi saya 8D.

Kita bisa modifikasi template, tentu saja, malah rangenya sangat luas karena berbasis CSS. Untuk template ini, kita mesti rajin-rajin nyari ke komunitas mereka. Ya, satu keunggulan lagi dari LJ ini adalah komunitasnya. Kita bisa ikut dalam diskusi, mengepos entri, dan sebagainya. Dari gosip sampai masak, dari layout atau sekedar beradu capslock, kita bisa menemukannya di sini. LJ lekat dengan fanfiction dan deviantart karena rata-rata isinya mengenai fandom-related. Kalau ngefans sama suatu hal, jangan ketinggalan untuk mengecek komunitasnya di livejournal. Cek Twilight sucks (maniak twilight jangan kesini. saya NGAKAK baca postingan di sini, karena saya memang bukan penggemar twilight series), dan Trilingual (orang Indonesia, keliling dunia, menikah dengan orang perancis yang pernah tinggal di afrika, mengajar anak-anak mereka banyak bahasa. CHECK). Saya menggunakan livejournal saya sebagai diary pribadi--hanya beberapa saja yang boleh lihat, hahaha.

Yah, itulah beberapa layanan blog yang pernah saya coba. Saya masih penasaran juga sih sama yang lain--misalnya Typepad. Sumpah saya penasaran, abis banyak orang amrik yang pake sih, haha. Yah, tentu saja, saya ingin suatu hari nanti personal blog saya bisa punya domain .com dan dikenal banyak orang. Haha, I hope. See you soon!
READ MORE - Tentang Bloghosting, Yayay.

Kamis, 02 Juli 2009

Spam? Yeah I do



Tahu Spam?

Spam dalam dunia maya diartikan sebagai sampah. Spam mail bisa berarti mail sampah atau berisi kabar bohong dan sebagainya. Bisa juga diartikan sebagai konten tidak penting, yang tidak berisi dan sebagainya. Spam account sih, contohnya... profil kosong. Atau dalam dunia blogging, mereka yang blognya tidak berisi. Kita menginginkan alamat URL itu, tapi tidak bisa karena sudah ada yang punya. Padahal yang mereka kosong. Jadi bete kan? Yah, semacam itulah. Pokoknya spam itu sesuatu yang benar-benar bikin bete.

Tapi saya tidak bermaksud membahas spam mail. Tidak juga blog spam. Nah, dalam dunia fanfiction ternyata ada juga Spammer. Meskipun sebenarnya dibilang 'spam' juga kurang tepat, sih. karena bagaimanapun, maksud mereka itu kan sebenarnya baik.

Euh. Jadi begini. Udah berapa kali saya dapet review spam. Atau review yang... maaf--agak 'nggak penting'. Bukan, bukannya saya nggak menghargai review yang datang kepada saya. Saya selalu senang hati menerima review. Siapa sih yang nggak senang. Apalagi kalau si reviewer memberitahu bagian mana yang dia suka (kayak Dora), atau menunjukkan bagian mana yang salah, atau apa yang dia sukai. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Dulu saya memang oneliner. Tapi entah sejak kapan (kayaknya sejak saya 'gaul' dengan manusia-manusia penghuni Infantrum) saya jadi menghindari memberikan review oneliner. Butuh waktu agak lama bagi saya untuk membaca suatu cerita dan mereview. Karena selain membaca, saya juga ingin menjelaskan poin-poin apa yang saya sukai, apa yang ingin saya tekankan, dan sedikit kritik kalau ada sesuatu yang mengganjal. dan rambling gaje tentunya. Kita tentu senang dapat review seperti itu, kan? Dan saya tak memungkiri, saya mereview seperti itu supaya mendapat review seperti itu juga^^ *dijitak*

Tapi ternyata dapat spam juga. Saya ga akan nyebutin di fanfic saya yang mana sih, pokoknya ada beberapa yang kena. Ada yang isi reviewnya cuma 'ajfhjasgausga' (wtf?), ada yang bilang 'fanfic bodoh! authornya juga bodoh!' --> yang ini sempat memancing beberapa flamer mampir ke fanfic saya, terimakasih spammer. Atau bahkan kalau saya lagi kejam, sebuah review bertulis 'update' pun bisa saja saya anggap spam.

Habis? Bukannya nggak mau bersyukur sih... cuma gimanaaaa gitu kalau reviewnya cuma itu (itu sih bukan review kayaknya. cuma statement singkat). Hmmm... dan akhir-akhir ini saya agak merasa aneh pada manusia berpenname Sasusaku apaaa gitu. Dia mereview beberapa fanfic saya (sebagian archive lama) dengan bahasa singkat dan aneh...

Hmmm, tapi saya harus hargai juga sih. Paling engga dia terus terang bilang fic saya ngga bisa dimengerti dan jelek. :P

(Lah Meg, itu mah bukan spammer. Kamu aja yang bete lantaran dibilangin jelek)

Euh... tapi, maksud saya, kalau jelek, jelek kenapa? Saya kan pengen tahu... Jangan cuma bilang 'kok jelek sih ceritanya' tanpa ada tindak lanjut yang jelas, kan? Kalau begini, mana saya bisa improve kualitas, coba?

Uuuuh.

images from here
READ MORE - Spam? Yeah I do

Sabtu, 20 Juni 2009

Tentang Jejak Bulan di Atas Air...


Yak, karena sekarang saya sedang kembali mengerjakan ini, saya jadi pengen cerita-cerita lagi nih, soal fanfiction ini. Padahal udah lama ga diapdet, belum tentu masih ada yang baca juga, tapi entah mengapa saya jadi pengen cerita-cerita lagi aja. Soalnya fanfiction ini kan multichapter pertama saya (sekaligus belum seelsai-selesai juga biarpun sudah lewat setahun. ABAL).

Judulnya panjang. Yayaya saya tau itu judul norak. Tapi saya ga berminat ganti judulnya sih. Soalnya saya dulu ngotot banget ngasih judul mesti pake Bahasa Indonesia. Coba aja lihat archive lama saya, judulnya Bahasa Indonesia. Baru mulai , saya berani pakai judul bahasa Inggris. Gimana dengan yang ini? Oh, itu juga asalnya bahasa Indonesia, cuma lewat pengeditan ulang dahulu.

Ah, ngalor ngidul lo Meg. Langsung aja. Judulnya... Jejak Bulan di Atas Air.

Mungkin karena judulnya panjang ceritanya jadi ngalor ngidul juga? Ehehe. Saya inget banget ini fanfic multichapter pertama saya. Ever. Sebelumnya memang ada, tapi cuma 3 chapter, dan ternyata kalau digabung jumlah katanya ga sampai 5000. Lha. Udah saya hapus saking abalnya--maklum ditulisnya waktu saya kelas 3 SMP. Dulu sih mikirnya oke-oke aja, tapi sekarang... euuu. (Tapi saya masih simpan file aslinya. Lumayan buat ngakak sendirian)

Jadi, ini fic multichapter pertama saya (iya, tahu!). Awalnya saya ga berani, bikinnya drabble melulu, atau oneshot yang rada panjang sedikit--masa-masa dimana saya menganggap jumlah 1.500 kata itu udah panjang sekali (saat ini, dalam keadaan default, saya mematok minimal 3.000 kata/chapter, kecuali drabble). Responnya juga lumayan bagus sih. Terus, teman-teman banyak yang bilang, 'ayo, bikin multichapter aja...'. Sehingga, dengan semangat 2008, saya pun memulai plotting cerita ini.

Ceritanya sih simpel. Cuma bagaimana sepasang anak manusia (halah) dan teman-temannya bisa saling mencintai (uhuhu ga nahan bahasanya) satu sama lain. Main pairnya Sasuke/Sakura, side pairnya Naruto/Hinata/Neji, Neji/Tenten, Temari/Shikamaru/Ino, Sai/Ino, slight Shizune/Kakashi/Iruka, Gaara/Sakura/Sasuke, dan brotherly! Itachi/Sasuke/Naruto. Cuma yaaa SETTINGNYA YANG REPOT SUMPAH. Saya sendiri ga ngerti kok bisa-bisanya bikin setting seheboh itu. Gimana engga, saya bikin full AU dan cuma minjem karakter Naruto doang! *sembah sujud*. Saya mengambil banyak poin juga dari cerita canon, sih. Misalnya Uchiha Massacre--bedanya, di sini dilakukan oleh Orochimaru, tapi Orochimaru tetap menginginkan tubuh Sasuke; dsb, dsb.

Kekaisaran Konoha, begitulah namanya. Konoha dan Suna bukanlah desa, tapi negara yang berdiri sendiri, ada di Benua Hi (bukan Negara Hi). Sakura adalah puteri satu-satunya dari kaisar, dan cerita fic ini berlatar istana-centric. Kehidupan di istana diceritakan (pengennya) secara detil. Karena itu, markas tentara dengan ngaconya saya letakkan di sebelah barat istana, tidak terpisah. Dan tentu saja biar love story-nya berjalan dong. *ketawagaje*

Sakura, seperti dalam cerita canon, tentu saja menyukai Sasuke--Sasuke adalah cinta pertamanya (idiiih). Tapi, seperti dalam cerita canon juga, Sasuke memandang gadis itu sinis, karena menilai Sakura adalah gadis yang manja. Sejak saat itu, Sakura bertekad untuk menghilangkan label gadis manja itu dan ia tumbuh jadi seorang anggota kekaisaran yang baik serta santun. Namun mereka nyaris tak pernah bicara lagi. Suatu kejadian aneh membuat mereka akrab. Poinnya adalah waktu mereka ketemu malam-malam di chapter 6 atau 7... saya lupa. Sasuke mengejar burung peliharaannya yang nyusruk (waduh) ke kamar Sakura. Dan begitulah, cerita terus bergulir.

Kedatangan utusan khusus dari Suna sebagai bentuk aliansi menambah banyak karakter yang ada di istana. Love story Shikamaru yang berjalan dengan aneh dengan Temari, Ino yang diam-diam menyimpan perhatian (meskipun ditunjukkan dengan cara yang aneh) pada Shikamaru, dan Sai yang pendiam mampu melihat itu semua. Lalu kisah klasik antara Hinata dan Naruto: Hinata yang pemalu dan Naruto yang kelewat polos, dan Neji yang jadi kesal karena cemburu, yang kemudian disadarkan oleh kehadiran figur bernama Tenten.

Selain itu, saya juga memasukkan hints Gaara/Sakura di sini. Gaara, yang menurut saya orangnya peka, menyadari hubungan Sasuke dan Sakura yang nanggung, dan masuk sebagai pihak ketiga di antara mereka berdua. Gaara adalah orang yang mirip dengan Sasuke, karena itu dia juga menganggap Sasuke sebagai orang yang pantas menjadi lawannya; Sasuke sendiri, dengan emosinya yang cukup tinggi, jadi mudah terpancing. Bagaimana dengan Itachi? Itachi di sini adalah kakak yang baik (MEMANG DIA KAKAK YANG BAIK UHUHU. MAY HE REST IN PEACE. TT_TT) yang gemar bercanda, dan bertindak sebagai 'perantara'.

Tokoh lain yang muncul? Kakashi adalah guru Sasuke dkk (sama kan kayak canon?). Dia bekerja bersama Shizune dan Iruka sebagai partnernya. Kakashi yang hobi menjahili Iruka, dan Shizune yang tugasnya menghentikan kekacauan itu. Tsunade adalah tabib istana; dia juga mengajari sedikit cara pengobatan pada Sakura, dan cukup dekat dengan gadis itu. Diam-diam, Tsunade dan Orochimaru adalah mantan rekan kerja, dan ada satu orang lagi yang nantinya akan muncul (ya, kalian tahu ini siapa... don't ask me).

Main story-nya tentu berpusat pada romance--karena kelihatannya saya nggak bisa bikin genre lain selain itu. subplot-nya saya pusatkan pada Sasuke, tokoh utama pria (karena dia yang jadi object of affectionnya Sakura. LOL.) yang menjadi salah satu panglima kekaisaran. Ada lima orang panglima yang saya masukkan: Sasuke, Naruto, Neji, Shikamaru, dan Sai. Tentu saja semua punya masalah masing-masing. Dan inilah yang membuat saya kesulitan menyelesaikannya. Kebanyakan plot hole... *ditabok*

Saya inget banget deh, waktu itu pas sekitar bulan Maret, saya chatting via Y!M sama Dilia, tau-tau ngobrolin tentang fic ini, dan saya pun curhat berakhir dengan emotikon O.o alias "NEE, BANYAK AMAT SIH???"

Hihihi. Sori Dil, dirimu jadi ikutan bingung. :P

Tokoh utamanya sih Sakura, tapi kok jadi kurang menonjol ya? Mungkin karena saya dulu pengen bikin Sakura sebagai gadis baik-baik sih ya, jadinya dia terkesan polos dan kelewat malu begitu. Padahal karakternya kan nggak begitu sekarang. Jadinya kayak malah mengarah ke Sasuke tuh, hihihi. Karena subplot yang saya gulirkan di sini adalah konspirasi di dalam kekaisaran. Muncul kelompok pemberontak yang menyebut mereka sebagai 'pasukan pembebasan'--di sini dipimpin oleh bang Orochimaru. Mereka melakukan beberapa serangan dan menjadi tugas para prajurit untuk membereskannya.

Nah, kaitannya di sini, Orochimaru adalah pelaku Uchiha Massacre. Sehingga Sasuke pun jadi kelewat emosional saat menghadapinya. Saya bermaksud menuliskan bagaimana Sasuke jadi dewasa di sini, termasuk bagaimana dia bisa lebih peka terhadap orang lain. Awalnya saya bermaksud masukin Karin/Sasuke sih, tapi... SAYA UDAH KEBURU BETE MIKIRINNYA JUGAK. Heu.

Karena Sakura adalah anak kaisar, otomatis seluruh cerita juga bergulir di sekitarnya. Sasuke dan Naruto sudah berada di istana sejak kecil; Sasuke karena pembantaian, Naruto karena orangtuanya meninggal saat ia masih kecil--dan orangtuanya adalah petinggi istana, sehingga Kaisar berinisiatif untuk merawat mereka berdua. Sakura sudah mengenal mereka sejak kecil, begitu juga dengan anak perempuan lainnya (Hinata dan Ino adalah dayang yang sudah dilatih di istana sejak kecil). Perlahan dia tahu mengenai childhood pain Sasuke dan sebagainya, dan dengan sendirinya membuat dia menjadi orang yang lebih perhatian.

Oh, ada beberapa OC yang muncul di sini--meskipun tokoh Naruto itu udah bejibun banyaknya, tapi ternyata saya butuh juga OC untuk kesinambungan cerita. Saya udah berusaha mencari tokoh Naruto yang bisa nyambung dengan cerita, tapi apa boleh buat--akhirnya saya buat saja tokoh OC ini sebagai minor character. Tidak melalui acara lowongan OC, maaf ;P. Ada Toshizo, ayah angkat Sasuke setelah Sasuke tinggal di istana; orangnya pendiam namun berwibawa. Dia juga membolehkan Sasuke dan Itachi tidak mengubah nama keluarganya meskipun sudah diadopsi olehnya. Toshizo cukup akrab dengan Kakashi. Dia juga maklum dengan sikap Sasuke yang masih juga tidak terbuka meskipun sudah belasan tahun lewat.

Lalu ada Kaisar dan Permaisuri (sampai saat ini masih belum diputuskan namanya). Ya, mereka ayah dan ibu Sakura. Kaisar jarang muncul. Karena cerita ini berpusat di tokoh muda, tokoh tua jadi jarang ada -maap, kaisar!-. Meskipun kurang jelas, tapi dia saya gambarkan sebagai kaisar yang baik dan berwibawa, juga tegas. Dia tidak hanya diam saja, tapi juga ambil bagian dalam urusan kemiliteran. Permaisuri adalah Ibu yang sibuk, namun ternyata dia masih bisa memperhatikan Sakura. Terbukti di chapter 18, dia mengajak Sakura mengobrol, dan tahu masalah apa yang sedang dialami puterinya. Oh, beliau juga suka makan. :)

Yang terakhir, satu-satunya yang saya beri nama: Asahina Fuyu. Visualisasinya bisa dilihat di DeviantArt gallery saya. Siapa dia? Dia adalah anak dari salah satu korban pembakaran desa yang dilakukan oleh Orochimaru. Anak ini melihat orangtuanya dibunuh oleh Orochimaru, dan Sasuke bermaksud menyelamatkannya--tapi emosi membuat dia lepas kendali. Pada akhirnya, yang menyelamatkan mereka adalah Gaara (hal ini membuat Sasuke kehilangan muka sekaligus stres dan melampiaskannya pada Sakura. cowok jelek ;P). Anak ini dekat dengan Gaara--kalau nggak bisa dibilang nempel. Usianya sepuluh tahun. Mungkin karena traumatic depression, dia sempat bisu dan hanya mau mendekati Gaara, serta ketakutan melihat orang lain. Mengapa saya bikin? Lucu aja kalau liat Gaara ditempelin anak kecil, kan? ;)))

Latar kisah ini adalah dunia shinobi biasa, cuma di sini shinobi bukanlah agen yang bertindak rahasia seperti di dalam cerita rakyat dan legenda. Shinobi di sini lebih ke dalam prajurit, tentara suatu pasukan. Karena itu, sudah tentu ada panglima/jenderalnya juga. Tambahan lagi, yang paling mencolok adalah settingnya Kekaisaran! Itu dia yang bikin saya repot.

Mengerjakan kisah ini tentu menyenangkan. Saya banyak melakukan riset kecil-kecilan dalam mengerjakan fic ini. Tentang kimono dan adat tradisional Jepang, serta arsitekturnya. Yang saya pakai adalah kebudayaan zaman Heian ke atas, dan budaya chanou-yu (Upacara minum teh) dilakukan sesuai perkembangan terakhir (Heisei). Kimono juga seenaknya saya campur adukkan, tapi ditentukan pakaian sehari-hari anggota keluarga Kekaisaran adalah junihitoe, kimono zaman Heian yang mencapai dua belas lapis. Eu. Tapi kalau chanou-yu, tetap pakai Iromuji, sih.

Para prajurit juga saya bayangkan berseragam, sesuai panglimanya. Bisa memakai hakama dan kimono seperti bushi *ngakak*, tapi ada juga seragam lain yang mirip dengan seragam/rompi chuunin dan jounin. Istananya saya bayangkan seperti rumah Jepang tua yang lorong-lorongnya banyak. Tidak seperti puri yang berundak-undak. Wilayahnya juga sangat luas karena disatukan dengan markas ketentaraan. Oh ya, mereka juga punya chakra di sini. Ada juga alat-alat komunikasi wireless, yang sumber energinya berasal dari chakra. Pengembangannya dilakukan oleh Kakashi ;9.

Apa yang paling meng-influence saya? Tentu saja dengan bangga akan saya katakan: Film Kolosal! Saya menonton Curse of the Golden Flower serta Red Cliff selama pembuatannya. Akhir-akhir ini saya juga nonton lagi untuk memunculkan mood. :). Saya kagum melihat pergerakan ratusan ribu pasukan dan taktik perangnya. Serta kisah epik dan konspirasi dalam istana. Karena itu saya mencoba memasukkan itu, meskipun dengan kadar yang lebih ringan dan lebih sinetron. Ehe.

Sekarang tentang judul. Mengapa judulnya harus Jejak Bulan di Atas Air? Mengapa kelewat panjang? Ga milih judul kayak Palace Story (huuu plagiat), atau Palace Legend, gitu? (Oke, jangan pedulikan contoh judul yang ngaco).

Karena saya suka Bulan.

Ya, itulah yang pertama membuat saya ingin membuat cerita ini. Karena itulah Sakura punya hobi menatap langit dengan teleskopnya, dan mengapa di depan kamarnya terdapat kolam, dan mengapa cahaya bulan harus terpantul di sana. Semua itu karena itu, sodara-sodara.

*digempur*

Ah. Dan karena bulan juga memegang kunci dalam jalannya romance cerita. Saya suka menggambarkan keadaan langit sebagai personifikasi dari perasaan para tokoh atau keadaan cerita yang sedang berjalan. Bulan itu cantikk, romantis, iya kaaan. Jadi kurang apa sih.

*ditendangin*

Yaaa, pokoknya kalau sempat silakan membaca 18 chapter Jejak, ya... dan tunggu chapter ke-19nya! :D
READ MORE - Tentang Jejak Bulan di Atas Air...

Kamis, 18 Juni 2009

Sorry For the Lateness

Yah, maaf deh. Saya beneran lupa. Beneran. Ampuni saya, yeah?

*ditendangin*

Ehem. Saya memang tidak berniat mengepost chapter 6 His and Her Circumstances - The Heart of Your Gesture. Saya masih mau konsentrasi sama projek saya yang lain yang terbengkalai, eh taunya muncul deh yang itu. Ehem, mahap deh. Keluarnya juga ga jelas yaaa. Jadinya saya lupa mau nulis review reply untuk yang ini.

Ngomong-ngomong, mungkin ada yang bertanya mengapa saya nggak menjawab reviewnya secara satu-satu saja, seperti yang selama ini biasa dilakukan orang lain. Menjawab review reply kan sebenarnya ada di fasilitas dari fanfiction.netnya. Tapi nggak tau kenapa, kurang nyaman aja. Mungkin karena review reply biasanya masuk ke inbox e-mail orang yang bersangkutan--dan masalahnya, ga setiap orang suka ngecek e-mailnya setiap dua jam kayak saya setiap hari.

Eh, tapi, fanfiction.net yang sekarang bagus ya? PM dan review replynya juga praktis, langsung masuk tiap si user login. Saya jadi mikir lagi soal menampilkan review reply di halaman web tersendiri. *huuuu... ga konsisten!*

Tapi ga ding. Soalnya saya meng-enable review anonim. Repot juga menjawabnya, jadi saya mendingan tetap pakai cara tradisional. Lagian teman-teman jadi mampir ke web page saya, kan (promosi abeeeeeeeeeeessss). Karena itu, without further ado (udah banyak juga), saya akan langsung menjawab review yang sudah masuk dari chapter 5 sampai 6. :)

Chapter 5: And I Love You Even Trough Uncertainty, Chapter 6: The Heart of Your Gesture

Uchibi Nara Yup. Baju Sakura merah, sayang. Saya selalu merasa mereka bertiga mirip power ranger: merah-kuning-biru. Jadi yaa (maksa) disambung-sambungin aja, hihihi. lagian penpik ini kan sebenernya cuma pelampiasan nista saya :PP. Jejaknya pengen saya update (sangat), nih. Jadi doakan saya, ya?

Kakkoii-chan Sasukebe jarang salting, sih. Jadi saya kepingin bikin situasi dimana dia merasa malu atau apalah (sebenernya saya pengen jatuhin martabat dia aja *ditendang*). Saya juga pengen bikin fic yang mudah dimengerti dan dicerna sehingga bisa dibaca sambil jalan atau pas mau tidur(emangnya ada?). Dan kasihan amat dirimu DVDNya macet ;P. Terima kasih sudah membaca yaaa! :)

Hyuu Mizu-Hime Tepat sekali anda mengeluarkan hawa psikopatmu di sini! *digeplak* Nah, tuh orang emang musiman, jadi sekarang juga mana, ga muncul lagi. Ahaha... tapi sekarang muncul orang aneh yang mereview fic saya dengan cara super aneh pula (curhat). Ya udah lah yaaa, saya mah cuek aja sekarang. Seperti kata Ambu yang bilang, penuhilah FFN dengan pohon. Semoga saya bisa jadi pohon yang menyenangkan semua orang. :D

Animiss yang ganti penname jadi Evey Charen ;P HOAHAHAHA saya memang pengen begitu. Menyelipkan sesuatu yang "mungkin" dan sekaligus "tidak mungkin" terjadi. Ahaha. Yep, saya ingin menulis sesuatu yang seperti itu. Tapi ternyata susah juga =.= Doakan saja supaya daku dapat melakukannya dengan lancar, yaaa..

M4yura Hoy neng, lama tak jumpa. Selamat juga karena dirimu lulus! Jadinya kemana nih? Ehehe (lho kok jadi ngobrol? Ya sudah, makasih reviewnyaa :DD)

Uchinami Kudo Terima kasih untuk kata-kata penyemangatnya! Ehe, banyak yang seumuran ya di sini, senangnya. Kalau begitu, selamat juga karena sudah berhasil melewati masa SMA dengan selamat sentosa :) Beda uni? apakah dirimu di Bandung? Di mana? :D Ehehe, makasih untuk pujiannya. Sungguh, saya juga mesti banyak baca. Akhir-akhir ini saya males baca, jadi ide pun melayang entah kemana... =.= Ayo, publish fanficnya! jangan raguuu *teriak dari gasibu*

Myuuga Arai ufufufufu... *ketawagaje* biarpun sudah enam chapter saya lewati dengan bermanyis-manyis ria, tidak menutup kemungkinan saya akan memasukkan sesuatu berbau angst, lho. Saya menjaga supaya Rate-nya tetap K, tapi apa boleh buat kalau nantinya malah ada suggestive scenes yang menjurus ke rate T... *ditendang* eniwei, kudoakan juga dirimu, semoga bisa masuk SMA yang kamu pengen :) welcome to the jungle REAL high school life, dear! :)

Sweet Cake Wihout Salt Dari dulu saya penasaran sama penname anda (kalian) ini. Lucu banget sih. :) Iya, terima kasih! Dan memang udahan, cuma 200 kata juga... *ditampol* Saya bener-bener lagi hobi nge-drabble sekarang. ngembangin ide jadi pendek-pendek sih, ehehe. Entar review lagi yaaa *digamparin*

Yah, begitulah review yang saya dapat kali ini. Terima kasih untuk yang sudah mereview, saya harap lain kali kalian juga mau mereview lagi... *sinting, dijadiinkambingguling* Makasih banyak, ya! :]

blackpapillon
READ MORE - Sorry For the Lateness

Senin, 08 Juni 2009

Yes I'm Such A Melancholy , Haw

Kenapa tau-tau saya nulis ini? Ga tau juga ya, tiba-tiba aja ilham menyentak kepala... *ditoyor si ilham* Sebenernya saya ga ada kerjaan karena nungguin kompu saya ngopi data ke USB disk saya yang naujubileh lama banget (iya lah gila lu transfer data 2GB sekaligus. Hau.), padahal itu laptop udah dinyalain nunggu dikopi. Akhirnya daripada nganggur saya ngetik aja, lumayan ngabisin batere (maksudnya kalo kompu nyala mana bisa saya nyolokin lappie ke stop kontak--karena listrik di rumah saya ini payah dan disuruh memberi makan tiga biji kompu setiap hari. Aih aih.)

Hmmm, saya masuk FFn Indo tahun 2008. Dengan pencerahan baru, akun baru yow. (Alah bohong, bilang aja lupa sama password dan malu sama archive fanfic lama yang ancur-ancuran). Ga kerasa udah setahun ajalah ya, hehe. Banyak yang udah saya dapet juga sih. Setelah melirik-lirik dan menilik-nilik, ternyata sudah satu tahun pas (begitu juga dengan salah satu fanfic saya yang multichapter yang judulnya panjang itu yang JEJAK itu yang AU itu sudah setahun dibuat dan masih digantung. Kekekek.). Dan setelah setahun, ternyata kondisi archive saya belum berubah. Masih gitu-gitu juga. Masih penuh SasuSaku maksudnya. Hihihi.

Cuma... yang berubah itu, ya. Saya sangat senang selama 'meluncur' ke komunitas penulisan fanfiction ini. Saya jadi dapat banyak teman dan rekan. Dan yang paling utama, saya merasa dihargai. Bukannya kalo di dunia nyata saya ga berharga sih, enak aja. Tapi maksudnya, saya merasa tulisan-tulisan yang saya buat dihargai, diberi komentar dan juga kritik. Dan flame aneh-aneh. Semua itu bagaikan penghargaan tersendiri bagi saya.

I always wondering about those popular writer. Mereka yang menerbitkan karyanya dengan penerbit komersial. Dijual dan mendapatkan keuntungan, juga mendapatkan kepuasan tersendiri. Saya juga berharap seperti itu, sih; suatu saat saya bisa mendapatkan penghasilan dari tulisan-tulisan saya (amin). Tapi untuk sementara ini, saya masih senang-senang saja menulis tanpa tujuan mendapatkan profit--karakternya minjem pulak. Dengan menulis seperti itu aja, saya sudah mendapatkan kepuasan yang amat sangat, luar biasa. Hanya dengan mengetahui bahwa karyamu dibaca banyak orang dan (insyaAllah) disukai banyak orang, itu sudah membuat kita terbang ke awang-awang. Huahahaha.

I'm talking about my own 'career' as fanfiction writer, fella. WAOW. Sampai saat ini saya masih ga percaya kalau login dan melihat-lihat 'isi' di dalam account FFn saya itu. I mean, WAOW. Saya membuat suatu karya, yang notabene karakternya hasil pinjaman, lalu saya post di internet--seluruh Indonesia--bukan, seluruh dunia bisa baca. Dan memang ada yang membaca. Dan ada yang bilang, 'saya suka karya anda', 'saya suka seluruh karya anda', 'terus lanjutkan karya anda'. Dan semuanya dan semuanya. Setiap melihat stats page, saya selalu merasa jadi orang paling bahagia (iya saya tau ini lebay, tapi biarkanlah saya melebay). Ada yang baca karya saya, ada yang suka karya saya--hits yang sangat menggila benar-benar bisa bikin saya bengong sendiri di depan monitor; ini beneran ya? Dan ternyata emang beneran. Those people read my fics, review my fics, syalalalalala.

They ACTUALLY read it ppl. Astagaaaaa, saya sampai sulit bagaimana caranya mengekspresikan perasaan senang saya kalau melihat archive sendiri. Narsis, memang; tapi itu membuat saya makin semangat. Berkenalan dengan banyak orang, menerima e-mail yang bikin saya semangat, obrolan-obrolan ringan di Facebook dan forum. These are really made me happy ;)

Yah, jadi... yang ingin saya katakan adalah: Terima kasih untuk orang-orang yang sudah memfavoritkan fic saya, meng-alert, memasukkannya ke dalam community, memasukkan saya dalam favorite author's list, mereview dan berkomentar baik secara langsung di FFn maupun tidak langsung. Terima kasih untuk ribuan hits dan ratusan review yang masuk ke dalam inbox e-mail saya, mengirimkan e-mail, message facebook, instant message. Saya senang senang senang banget, banget banget banget!

Hur hur, pada akhirnya ini hanya jadi entri ga penting... saya cuma pengen nulis ini karena susah apdet hu TTATT
READ MORE - Yes I'm Such A Melancholy , Haw

Selasa, 02 Juni 2009

Lime and Lemony Things

Sebetulnya ini udah pernah dipost di blog lama, tapi karena dihapus, ya saya munculkan lagi saja, ya. Dengan sedikit pengeditan, meskipun tidak menutup kemungkinan ada yang typo :)
Lemon atau Lime. Tentu saja ini bukan jeruk lemon yang biasa dipakai sebagai bahan pembuatan jus, hehe. Karena saya bergelut di dalam fanfiction, jadi ya jelas, topiknya tentang Lime dalam fanfiction ya. Dulu ini pernah dipost di blog saya yang pertama--yang sudah dihapus. Karena itu, saya post lagi di sini, yang sesuai dengan temanya. :D

Di dalam komunitas fanficcer, Lime atau lemon diketahui sebagai fanfiction yang memiliki konten pornografi. Untuk batasan pornografi, saya rasa sampai sekarang masih abstrak juga lha-ya. Ada yang menganggap hanya sekedar ciuman biasa juga sudah dianggap lemon, ada juga yang menganggap lemon itu hanya apabila fanfiction tersebut mengandung konten seksual eksplisit. Biasanya, fanfiction yang mengandung konten lemon memasang rate M (mature).
Seiring dengan berkembangnya jumlah fanfiction yang diposting di fanfiction Indonesia, ada juga beberapa author fanfiction yang menulis lemon di dalam fanfictionnya. Tentu ini sah-sah saja, toh ada juga fanfic bermuatan lemon yang saya baca karena memang berkualitas :).

Sesuai dengan jargon fanfiction.net, “Unleash Your Imagination”, jadi silakan menulis lemon bila anda mau. Hanya saja, menurut saya sih, lebih baik mencantumkan warning di summary, dan warningnya harus jelas. Apabila diceritakan ada hubungan seks implisit, tulislah “SOFT LEMON”. Apabila eksplisit, tulislah “STRONG PORNOGRAPHIC CONTENT”.

Tapi, meskipun begitu, sebenarnya fanfiction.net telah menghapus rating yang memang dikhususkan untuk fic bermuatan pornografi, yaitu NC-17/MA (berdasarkan MPAA). Namun fanfiction bermuatan lemon masih dimuat dalam rate M. Boleh-boleh saja, tapi sebaiknya dijaga juga agar kontennya tidak terlalu eksplisit. Buatlah agar adegan seksual tetap nyaman dibaca dan tidak ‘garang’, alias tetap memakai bahasa yang baik. Dan jangan lupakan plot. Bila hanya mencantumkan adegan pornografi begitu saja, anda bisa-bisa dicap tak punya alur cerita yang jelas (meski ada juga yang menyukai jenis fanfic ini).

Mengenai isu pornografi ini, seorang flamer terkenal mencantumkan topik mengenai ‘bagaimana membuat fanfiction lemon yang baik’ di dalam forumnya. Silakan masuk ke sini dan masuklah ke forum miliknya melalui profil tersebut. Tentu saja ini tentang pendapat subjektif pada akhirnya anda bebas menentukan--kembali lagi ke jargon Unleash my Imagination ini.

Kalau bisa tulis saja warningnya di summary. Memang tidak akan otomatis memfilter anak-anak untuk tidak membaca, sih. Tapi paling tidak ini akan membantu para pembaca yang hendak membaca karya anda. Apabila tidak dipasang warning, kasihan ‘kan pembaca yang tidak ingin membaca lemon, malah ketemu lemon. Oh, tapi juga jangan serta-merta menganggap fanfic yang rate-nya M itu lemon. Karena rate M itu berarti mature content, mengandung konten dewasa, dan bukan berarti mengandung pornografi. Konten dewasa bisa juga berarti alur ceritanya kompleks dan akan sulit dimengerti bila dibaca oleh anak atau remaja.

Saya membaca beberapa fanfiction yang bermuatan lemon dalam ficnya. Ya, ngaku saja deh. Tapi saya memilih yang memang muatan lemonnya sesuai dengan cerita—dan penggambarannya tidak vulgar. Penggambaran implisit sudah cukup bagi saya. Kalau saya sih, tidak suka membaca fanfiction lemon yang bersifat PWP (istilah fanfiction yang berarti Plot? What Plot?), alias nggak punya plot—hanya full konten pornografi. Tentu saja, yang lain juga pastinya punya pendapat sendiri.

Yang pasti, apabila hendak menulis sebuah fanfiction lemon, pastikan anda menulis keterangan dan warning selengkapnya di summary, sehingga para pembaca juga akan terbantu. Dan kalau bisa, tetaplah dijaga agar lemon anda tetap berkualitas, dengan tidak mengabaikan kaidah bahasa, serta tidak terlalu vulgar. Tetaplah menjaga alur cerita yang baik dan jangan menganggap kalau karya anda dilabeli lemon akan langsung menarik pembaca, karena tentunya pembaca yang baik menginginkan cerita yang baik pula.

Mengapa menurut saya, saat menulis fanfiction dengan lemon, jangan kelewat vulgar? Karena fanfiction.net Indonesia lebih banyak dikunjungi anak-anak dan remaja. Kita boleh saja mengkhayal, tapi tetaplah pikirkan bagaimana efek ke depannya untuk pembaca. Kita termasuk dalam generasi muda dan ikut membangun bangsa, kaaan. (mulai deh saya.) Kadang saya suka serem juga kalau mikir anak-anak SD itu udah ngelemon. Waduh, waduh. Memang sih dalam penggunaan internet orang tua harus mendampingi--tapi tak ada salahnya juga kita yang menyediakan konten berjaga-jaga, kan? ;P

Tentang lemon-lemonan ini, ada pengarang fandom Naruto English--Angel of Death10. Saya membaca salah satu ceritanya, 30 days Hath December (SasuSaku, tentu saja. jangan tanya, oke?). Karena menarik, saya baca. Eh, tahunya, di pertengahan, alkisah ada lemon. Tapi, yang menarik adalah... dia tidak mengepost langsung bagian lemonnya di fanfiction.net. Dia memberikan semacam 'addendum', catatan tambahan, untuk yang ingin membaca lemonnya, dicantumkan link menuju blog pribadinya. Dengan begini, dia bisa menampilkan adegan lime-ish, sekaligus memberikan pilihan, dan kita dapat meneruskan ceritanya dengan tenang. Lucu juga, lho. Tentu saja, ini hanya contoh.

Oke, mungkin opini saya kali ini berkesan menggurui, tapi percayalah, saya tidak bermaksud menghujat siapapun, semua ini hanya sekedar pendapat. Seperti yang saya sudah sebutkan di atas, saya juga kadang membaca lemon, tapi hanya lemon yang alur ceritanya memang jelas dan seru—serta tidak terlalu vulgar, kecuali satu (saya nyerah deh sama yang satu itu. Isinya udah ekstrem parah banget--tapi mau gimana lagi, alurnya bagus...). Memang, pada akhirnya ini masalah selera. Siapapun boleh memprotes, karena masing-masing memiliki pendapat sendiri. Iya kan, iya toh.. yang pasti, anak-anak di bawah tujuh belas tahun, jangan lemon hard dulu yah? *ditendang*
READ MORE - Lime and Lemony Things