
Yak, karena sekarang saya sedang kembali mengerjakan ini, saya jadi pengen cerita-cerita lagi nih, soal fanfiction ini. Padahal udah lama ga diapdet, belum tentu masih ada yang baca juga, tapi entah mengapa saya jadi pengen cerita-cerita lagi aja. Soalnya fanfiction ini kan multichapter pertama saya (sekaligus belum seelsai-selesai juga biarpun sudah lewat setahun. ABAL).
Judulnya panjang. Yayaya saya tau itu judul norak. Tapi saya ga berminat ganti judulnya sih. Soalnya saya dulu ngotot banget ngasih judul mesti pake Bahasa Indonesia. Coba aja lihat
archive lama saya, judulnya Bahasa Indonesia. Baru mulai
, saya berani pakai judul bahasa Inggris. Gimana dengan
yang ini? Oh, itu juga asalnya bahasa Indonesia, cuma lewat pengeditan ulang dahulu.
Ah, ngalor ngidul lo Meg. Langsung aja. Judulnya...
Jejak Bulan di Atas Air.
Mungkin karena judulnya panjang ceritanya jadi ngalor ngidul juga? Ehehe. Saya inget banget ini fanfic multichapter pertama saya. Ever. Sebelumnya memang ada, tapi cuma 3 chapter, dan ternyata kalau digabung jumlah katanya ga sampai 5000. Lha. Udah saya hapus saking abalnya--maklum ditulisnya waktu saya kelas 3 SMP. Dulu sih mikirnya oke-oke aja, tapi sekarang... euuu. (Tapi saya masih simpan file aslinya. Lumayan buat ngakak sendirian)
Jadi, ini fic multichapter pertama saya (iya, tahu!). Awalnya saya ga berani, bikinnya drabble melulu, atau oneshot yang rada panjang sedikit--masa-masa dimana saya menganggap jumlah 1.500 kata itu udah panjang sekali (saat ini, dalam keadaan default, saya mematok minimal 3.000 kata/chapter, kecuali drabble). Responnya juga lumayan bagus sih. Terus, teman-teman banyak yang bilang, 'ayo, bikin multichapter aja...'. Sehingga, dengan semangat 2008, saya pun memulai plotting cerita ini.
Ceritanya sih simpel. Cuma bagaimana sepasang anak manusia (halah) dan teman-temannya bisa saling mencintai (uhuhu ga nahan bahasanya) satu sama lain. Main pairnya Sasuke/Sakura, side pairnya Naruto/Hinata/Neji, Neji/Tenten, Temari/Shikamaru/Ino, Sai/Ino, slight Shizune/Kakashi/Iruka, Gaara/Sakura/Sasuke, dan brotherly! Itachi/Sasuke/Naruto. Cuma yaaa SETTINGNYA YANG REPOT SUMPAH. Saya sendiri ga ngerti kok bisa-bisanya bikin setting seheboh itu. Gimana engga, saya bikin full AU dan cuma minjem karakter Naruto doang! *sembah sujud*. Saya mengambil banyak poin juga dari cerita canon, sih. Misalnya Uchiha Massacre--bedanya, di sini dilakukan oleh Orochimaru, tapi Orochimaru tetap menginginkan tubuh Sasuke; dsb, dsb.
Kekaisaran Konoha, begitulah namanya. Konoha dan Suna bukanlah desa, tapi negara yang berdiri sendiri, ada di Benua Hi (bukan Negara Hi). Sakura adalah puteri satu-satunya dari kaisar, dan cerita fic ini berlatar istana-centric. Kehidupan di istana diceritakan (pengennya) secara detil. Karena itu, markas tentara dengan ngaconya saya letakkan di sebelah barat istana, tidak terpisah. Dan tentu saja biar love story-nya berjalan dong. *ketawagaje*
Sakura, seperti dalam cerita canon, tentu saja menyukai Sasuke--Sasuke adalah cinta pertamanya (idiiih). Tapi, seperti dalam cerita canon juga, Sasuke memandang gadis itu sinis, karena menilai Sakura adalah gadis yang manja. Sejak saat itu, Sakura bertekad untuk menghilangkan label gadis manja itu dan ia tumbuh jadi seorang anggota kekaisaran yang baik serta santun. Namun mereka nyaris tak pernah bicara lagi. Suatu kejadian aneh membuat mereka akrab. Poinnya adalah waktu mereka ketemu malam-malam di chapter 6 atau 7... saya lupa. Sasuke mengejar burung peliharaannya yang nyusruk (waduh) ke kamar Sakura. Dan begitulah, cerita terus bergulir.
Kedatangan utusan khusus dari Suna sebagai bentuk aliansi menambah banyak karakter yang ada di istana. Love story Shikamaru yang berjalan dengan aneh dengan Temari, Ino yang diam-diam menyimpan perhatian (meskipun ditunjukkan dengan cara yang aneh) pada Shikamaru, dan Sai yang pendiam mampu melihat itu semua. Lalu kisah klasik antara Hinata dan Naruto: Hinata yang pemalu dan Naruto yang kelewat polos, dan Neji yang jadi kesal karena cemburu, yang kemudian disadarkan oleh kehadiran figur bernama Tenten.
Selain itu, saya juga memasukkan hints Gaara/Sakura di sini. Gaara, yang menurut saya orangnya peka, menyadari hubungan Sasuke dan Sakura yang nanggung, dan masuk sebagai pihak ketiga di antara mereka berdua. Gaara adalah orang yang mirip dengan Sasuke, karena itu dia juga menganggap Sasuke sebagai orang yang pantas menjadi lawannya; Sasuke sendiri, dengan emosinya yang cukup tinggi, jadi mudah terpancing. Bagaimana dengan Itachi? Itachi di sini adalah kakak yang baik (MEMANG DIA KAKAK YANG BAIK UHUHU. MAY HE REST IN PEACE. TT_TT) yang gemar bercanda, dan bertindak sebagai 'perantara'.
Tokoh lain yang muncul? Kakashi adalah guru Sasuke dkk (sama kan kayak canon?). Dia bekerja bersama Shizune dan Iruka sebagai partnernya. Kakashi yang hobi menjahili Iruka, dan Shizune yang tugasnya menghentikan kekacauan itu. Tsunade adalah tabib istana; dia juga mengajari sedikit cara pengobatan pada Sakura, dan cukup dekat dengan gadis itu. Diam-diam, Tsunade dan Orochimaru adalah mantan rekan kerja, dan ada satu orang lagi yang nantinya akan muncul (ya, kalian tahu ini siapa... don't ask me).
Main story-nya tentu berpusat pada romance--karena kelihatannya saya nggak bisa bikin genre lain selain itu. subplot-nya saya pusatkan pada Sasuke, tokoh utama pria (karena dia yang jadi object of affectionnya Sakura. LOL.) yang menjadi salah satu panglima kekaisaran. Ada lima orang panglima yang saya masukkan: Sasuke, Naruto, Neji, Shikamaru, dan Sai. Tentu saja semua punya masalah masing-masing. Dan inilah yang membuat saya kesulitan menyelesaikannya. Kebanyakan plot hole... *ditabok*
Saya inget banget deh, waktu itu pas sekitar bulan Maret, saya chatting via Y!M sama
Dilia, tau-tau ngobrolin tentang fic ini, dan
saya pun curhat berakhir dengan emotikon
O.o alias
"NEE, BANYAK AMAT SIH???"Hihihi. Sori Dil, dirimu jadi ikutan bingung. :P
Tokoh utamanya sih Sakura, tapi kok jadi kurang menonjol ya? Mungkin karena saya dulu pengen bikin Sakura sebagai gadis baik-baik sih ya, jadinya dia terkesan polos dan kelewat malu begitu. Padahal karakternya kan nggak begitu sekarang. Jadinya kayak malah mengarah ke Sasuke tuh, hihihi. Karena subplot yang saya gulirkan di sini adalah konspirasi di dalam kekaisaran. Muncul kelompok pemberontak yang menyebut mereka sebagai 'pasukan pembebasan'--di sini dipimpin oleh bang Orochimaru. Mereka melakukan beberapa serangan dan menjadi tugas para prajurit untuk membereskannya.
Nah, kaitannya di sini, Orochimaru adalah pelaku Uchiha Massacre. Sehingga Sasuke pun jadi kelewat emosional saat menghadapinya. Saya bermaksud menuliskan bagaimana Sasuke jadi dewasa di sini, termasuk bagaimana dia bisa lebih peka terhadap orang lain. Awalnya saya bermaksud masukin Karin/Sasuke sih, tapi... SAYA UDAH KEBURU BETE MIKIRINNYA JUGAK. Heu.
Karena Sakura adalah anak kaisar, otomatis seluruh cerita juga bergulir di sekitarnya. Sasuke dan Naruto sudah berada di istana sejak kecil; Sasuke karena pembantaian, Naruto karena orangtuanya meninggal saat ia masih kecil--dan orangtuanya adalah petinggi istana, sehingga Kaisar berinisiatif untuk merawat mereka berdua. Sakura sudah mengenal mereka sejak kecil, begitu juga dengan anak perempuan lainnya (Hinata dan Ino adalah dayang yang sudah dilatih di istana sejak kecil). Perlahan dia tahu mengenai childhood pain Sasuke dan sebagainya, dan dengan sendirinya membuat dia menjadi orang yang lebih perhatian.
Oh, ada beberapa OC yang muncul di sini--meskipun tokoh Naruto itu udah bejibun banyaknya, tapi ternyata saya butuh juga OC untuk kesinambungan cerita. Saya udah berusaha mencari tokoh Naruto yang bisa nyambung dengan cerita, tapi apa boleh buat--akhirnya saya buat saja tokoh OC ini sebagai minor character. Tidak melalui acara lowongan OC, maaf ;P. Ada
Toshizo, ayah angkat Sasuke setelah Sasuke tinggal di istana; orangnya pendiam namun berwibawa. Dia juga membolehkan Sasuke dan Itachi tidak mengubah nama keluarganya meskipun sudah diadopsi olehnya. Toshizo cukup akrab dengan Kakashi. Dia juga maklum dengan sikap Sasuke yang masih juga tidak terbuka meskipun sudah belasan tahun lewat.
Lalu ada
Kaisar dan Permaisuri (sampai saat ini masih belum diputuskan namanya). Ya, mereka ayah dan ibu Sakura. Kaisar jarang muncul. Karena cerita ini berpusat di tokoh muda, tokoh tua jadi jarang ada -maap, kaisar!-. Meskipun kurang jelas, tapi dia saya gambarkan sebagai kaisar yang baik dan berwibawa, juga tegas. Dia tidak hanya diam saja, tapi juga ambil bagian dalam urusan kemiliteran. Permaisuri adalah Ibu yang sibuk, namun ternyata dia masih bisa memperhatikan Sakura. Terbukti di chapter 18, dia mengajak Sakura mengobrol, dan tahu masalah apa yang sedang dialami puterinya. Oh, beliau juga suka makan. :)
Yang terakhir, satu-satunya yang saya beri nama:
Asahina Fuyu. Visualisasinya bisa dilihat di
DeviantArt gallery saya. Siapa dia? Dia adalah anak dari salah satu korban pembakaran desa yang dilakukan oleh Orochimaru. Anak ini melihat orangtuanya dibunuh oleh Orochimaru, dan Sasuke bermaksud menyelamatkannya--tapi emosi membuat dia lepas kendali. Pada akhirnya, yang menyelamatkan mereka adalah Gaara (hal ini membuat Sasuke kehilangan muka sekaligus stres dan melampiaskannya pada Sakura. cowok jelek ;P). Anak ini dekat dengan Gaara--kalau nggak bisa dibilang nempel. Usianya sepuluh tahun. Mungkin karena traumatic depression, dia sempat bisu dan hanya mau mendekati Gaara, serta ketakutan melihat orang lain. Mengapa saya bikin? Lucu aja kalau liat Gaara ditempelin anak kecil, kan? ;)))
Latar kisah ini adalah dunia shinobi biasa, cuma di sini shinobi bukanlah agen yang bertindak rahasia seperti di dalam cerita rakyat dan legenda. Shinobi di sini lebih ke dalam prajurit, tentara suatu pasukan. Karena itu, sudah tentu ada panglima/jenderalnya juga. Tambahan lagi, yang paling mencolok adalah settingnya
Kekaisaran! Itu dia yang bikin saya repot.
Mengerjakan kisah ini tentu menyenangkan. Saya banyak melakukan riset kecil-kecilan dalam mengerjakan fic ini. Tentang kimono dan adat tradisional Jepang, serta arsitekturnya. Yang saya pakai adalah kebudayaan zaman Heian ke atas, dan budaya
chanou-yu (Upacara minum teh) dilakukan sesuai perkembangan terakhir (Heisei). Kimono juga seenaknya saya campur adukkan, tapi ditentukan pakaian sehari-hari anggota keluarga Kekaisaran adalah
junihitoe, kimono zaman Heian yang mencapai dua belas lapis. Eu. Tapi kalau chanou-yu, tetap pakai Iromuji, sih.
Para prajurit juga saya bayangkan berseragam, sesuai panglimanya. Bisa memakai hakama dan kimono seperti
bushi *ngakak*, tapi ada juga seragam lain yang mirip dengan seragam/rompi chuunin dan jounin. Istananya saya bayangkan seperti rumah Jepang tua yang lorong-lorongnya banyak. Tidak seperti puri yang berundak-undak. Wilayahnya juga sangat luas karena disatukan dengan markas ketentaraan. Oh ya, mereka juga punya chakra di sini. Ada juga alat-alat komunikasi wireless, yang sumber energinya berasal dari chakra. Pengembangannya dilakukan oleh Kakashi ;9.
Apa yang paling meng-influence saya? Tentu saja dengan bangga akan saya katakan:
Film Kolosal! Saya menonton Curse of the Golden Flower serta Red Cliff selama pembuatannya. Akhir-akhir ini saya juga nonton lagi untuk memunculkan mood. :). Saya kagum melihat pergerakan ratusan ribu pasukan dan taktik perangnya. Serta kisah epik dan konspirasi dalam istana. Karena itu saya mencoba memasukkan itu, meskipun dengan kadar yang lebih ringan dan lebih sinetron. Ehe.
Sekarang tentang judul. Mengapa judulnya harus
Jejak Bulan di Atas Air? Mengapa kelewat panjang? Ga milih judul kayak
Palace Story (huuu plagiat), atau
Palace Legend, gitu? (Oke, jangan pedulikan contoh judul yang ngaco).
Karena saya suka Bulan.
Ya, itulah yang pertama membuat saya ingin membuat cerita ini. Karena itulah Sakura punya hobi menatap langit dengan teleskopnya, dan mengapa di depan kamarnya terdapat kolam, dan mengapa cahaya bulan harus terpantul di sana. Semua itu karena itu, sodara-sodara.
*digempur*
Ah. Dan karena bulan juga memegang kunci dalam jalannya romance cerita. Saya suka menggambarkan keadaan langit sebagai personifikasi dari perasaan para tokoh atau keadaan cerita yang sedang berjalan. Bulan itu cantikk, romantis, iya kaaan. Jadi kurang apa sih.
*ditendangin*
Yaaa, pokoknya kalau sempat silakan membaca 18 chapter Jejak, ya... dan tunggu chapter ke-19nya! :D